Penelitian ini mengkaji efektivitas pendekatan Situational Crime Prevention (SCP) dalam mencegah korupsi dana rehabilitasi pasca gempa Bantul 2006. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, penelitian mengungkap bahwa 78% kasus korupsi terjadi akibat lemahnya mekanisme pengawasan dan transparansi dalam penyaluran dana bantuan. Temuan utama menunjukkan bahwa penerapan strategi SCP melalui digitalisasi sistem verifikasi dan penguatan partisipasi masyarakat dapat secara signifikan mengurangi peluang terjadinya penyalahgunaan dana. Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam memahami aspek kriminologis dari pengelolaan dana bencana sekaligus menawarkan solusi praktis berbasis teori pencegahan kejahatan.
Copyrights © 2025