F Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi lokal, termasuk industri ukiran kayu di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Pelaku usaha kecil di desa ini mengalami penurunan produksi dan kesulitan dalam pemasaran karena keterbatasan literasi digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi ekonomi lokal melalui penguatan strategi e-marketing berbasis potensi dan aset komunitas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam pemetaan asset melalui kegiatan focus group discussion (FGD), pelatihan kewirausahaan, dan pelatihan pemasaran digital termasuk pembuatan akun marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan marketplace seperti Shopee, serta kemampuan dasar dalam fotografi produk, analisis laba-rugi, dan strategi pengemasan. Selain itu, pendampingan yang dilakukan secara intensif menghasilkan perubahan perilaku usaha menuju pemasaran digital yang lebih terstruktur dan profesional. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis aset lokal dapat mendorong kemandirian ekonomi komunitas desa di era pasca-pandemi.
Copyrights © 2025