Konsep kampung wisata sedang menjadi trend di Indonesia maupun berbagai belahan dunia, sehingga tidak heran banyak wisatawan yang berkunjung di suatu kampung. Namun melihat perkembangan yang pesat dari sektor pariwisata tidak terlepas dari tuntutan pemenuhan hak anak di dalamnya. Kota Layak anak dan kampung wisata ramah anak memiliki satu tujuan yang sama dalam pemenuhan hak anak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kawasan Kampung Batik Laweyan terhadap standar Kota Layak Anak (KLA) berdasarkan empat parameter : keamanan, kenyamanan, aksesibilitas dan vitalitas atau citra, guna mendukung Kampung Batik Laweyan sebagai kawasan wisata ramah anak. penelitian ini menggunakan metode paradigma kualitatif, dengan metode observasi dan survei. Responden dalam penelitian ini sebanyak 20 orang dengan rincian wisatawan 16 orang dan 4 penduduk inti Kampung Laweyan. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kampung Batik Laweyan belum layak menjadi kawasan ramah anak karena masih membutuhkan beberapa perbaikan terutama pada kebijakan dan sarana prasarana. Anjuran taktik yang diberikan adalah dengan pemanfaatan lahan terbatas dan pemberian kebijakan pada jalan yang ada bila ingin mengembangkan kampung wisata yang ramah anak.
Copyrights © 2025