Seiring perkembangan zaman sehingga mengakibatkan keterbatasan lahan untuk membangun rumah, dimana rumah saling berdempetan dan menyebabkan berkurangnya intensitas cahaya matahari yang dapat menjangkau ke dalam rumah. Permasalahan tersebut juga terjadi pada salah satu rumah di daerah Modernland, Kota Tangerang, yakni terdapat ruang tidur yang hanya mendapatkan sumber pencahayaan matahari dari skylight yang berada di ruang servis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesesuaian desain skylight yang difungsikan untuk memaksimalkan pencahayaan alami pada ruang, sehingga kebutuhan pencahayaan alami ruang tidur pada rumah di kawasan modernland, kota Tangerang ini dapat terpenuhi sesuai mengacu pada standar pencahayaan ruang yang ada di Indonesia. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif, menggunakan studi dokumen dan simulasi yang dilakukan menggunakan software DIALux Evo sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa, pencahayaan alami pada ruang tidur berasal dari skylight yang berada di ruang servis belum memenuhi Standar Nasional Indonesia 03-6575-2001 yaitu 120 – 250 Lux. Skor rerata intensitas cahaya alami yang masuk adalah 8,4 lux, dengan intensitas tertinggi pada pukul 14.00 WIB adalah 14,6 Lux, dan intensitas terendah pada pukul 18.00 WIB dengan nilai 0,42 Lux. Penambahan bukaan jendela serta perubahan sudut dan arah skylight dapat meningkatkan intensitas pencahayaan alami matahari yang masuk ke dalam ruang tidur anak.
Copyrights © 2025