Stabilisasi tanah lempung merupakan salah satu metode yang efektif untuk memperbaiki sifat mekanis tanah dalam mendukung konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek stabilisasi tanah lempung menggunakan campuran abu batok kelapa sawit (8%) dan aspal emulsi (9%) terhadap karakteristik konsolidasi tanah. Pengujian konsolidasi dilakukan pada dua jenis sampel tanah, yaitu tanah asli dan tanah yang telah distabilisasi, dengan mengacu pada standar ASTM D2435. Parameter yang dianalisis meliputi Indeks Pemampatan (Cc), Koefisien Konsolidasi (CV), Nilai Permeabilitas (K), Dan Penurunan Tanah (Sc). Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah stabilisasi memiliki peningkatan sifat mekanis secara signifikan dibandingkan tanah asli. Nilai indeks pemampatan tanah stabilisasi berkurang dari 0,1355 menjadi 0,0677, menunjukkan tanah lebih padat dan kurang kompresibel. Koefisien konsolidasi (Cv) meningkat dari 0,00504 cm²/s pada tanah asli menjadi 0,0189 cm²/s pada tanah stabilisasi, yang mengindikasikan konsolidasi berlangsung lebih cepat. Nilai permeabilitas tanah (k) juga meningkat dari 1,19 × 10⁻⁵ cm/dtk menjadi 6,26 × 10⁻⁵ cm/dtk, mempercepat pelepasan tekanan air pori. Penurunan tanah (Sc) berkurang dari 0,184 cm pada tanah asli menjadi 0,102 cm pada tanah stabilisasi. Berdasarkan hasil tersebut, stabilisasi dengan campuran abu batok kelapa sawit dan aspal emulsi terbukti efektif dalam meningkatkan sifat mekanis tanah lempung, sehingga dapat diaplikasikan dalam konstruksi berkelanjutan.
Copyrights © 2025