Penelitian ini mengkaji perbandingan antara estimasi kerugian ekonomi akibat bencana hidrometeorologis berupa banjir, yang diperoleh melalui pendekatan pemodelan numerik berbasis data hidrologi, dengan data observasional hasil survei lapangan terhadap masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Babura, Medan, Sumatera Utara. Pemodelan dinamika aliran dan genangan banjir dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS versi 2D, yang hasilnya kemudian dikonversi ke format spasial dan dianalisis secara geospasial melalui aplikasi Quantum GIS. Analisis kerugian dilakukan menggunakan metodologi yang diadopsi dari Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC), yang dikenal sebagai pendekatan kuantitatif dalam mengestimasi dampak ekonomi dari bencana alam. Penelitian ini juga menyimulasikan debit banjir untuk berbagai periode ulang (return period) yakni 5, 10, 20, 25, 50, hingga 100 tahun, guna memperoleh proyeksi temporal dari potensi kerugian ekonomi yang terjadi. Hasil kajian ini menyediakan informasi berbasis bukti mengenai potensi kerusakan fisik dan ekonomi terhadap infrastruktur pemukiman dan fasilitas publik di sekitar bantaran Sungai Babura. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam formulasi kebijakan mitigasi risiko bencana yang adaptif dan berbasis data, serta mendorong pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam konteks perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya air di kawasan rawan banjir.
Copyrights © 2025