Media sosial facebook pada awalnya sebagai alat komunikasi kepada seseorang untuk menghubungkan satu dengan yang lain. Pada saat ini mengalami perubahan yang sangat siginikant, facebook saat ini justru digunakan sebagai alat politik dan media untuk menebar kebencian. Ini menyalahi dari tujuan mulia awalnya ada facebook. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Metode yang digunakan adalah Hermeneutika sebagai cara kerja dalam meniginterpretasikan facebook ke dalam realitas dunia digital sosial saat ini. Objek Materialnya adalah orang orang yang menggunakan facebook sebagai alat kepentingan politik untuk kampanye pilpres 2024 dan dalam menarik suara dalam dunia digital. Sedangkan objek formal yang digunakan adalah Filsafat Teknologi sebagai pisau analisisnya. Hasil penelitian ini menunjukkan. Pertama, Alat teknologi yang diciptakan dalam dunia digital seperti facebook telah mengubah paradigma hidup manusia dan mengubah sistem politik di Indonesia. Sehingga kampanye politik dapat dengan mudah dilakukan dengan membuat akun facebook sesuai keinginan partai politik. Kedua, Facebook teknologi sebagai alat kekuasaan karena manusia mempunyai pandangan deterministik sosial yakni pandangan yang melihat perkembangan teknologi pada umumnya lahir sebagai akibat hubungan kekuasaan dan keputusan-keputusan yang diambil oleh elite politik. Ketiga, media sosial facebook juga diartikan sebagai alat kekuasaan untuk melakukan hegemoni pengetahuan manusia sebagai upaya dalam mempengaruhi opini publik.
Copyrights © 2025