Self-directed learning merupakan proses yang membantu individu dalam berpikir, berperilaku sehingga individu menjadi lebih aktif dan inisiatif serta dapat mengatur dan membuat perencanaan dalam proses belajar. Mahasiswa yang mampu belajar mandiri adalah mahasiswa yang dapat mengontrol dirinya sendiri, mempunyai motivasi belajar yang tinggi, yakin akan dirinya, dan mempunyai wawasaan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-directed learning pada mahasiswa yang berganisasi di kota Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain metode deskriptf menggunakan bantuan SPSS. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 432 mahasiswa yang beroganisasi, dengan rentang usia 18-25 tahun. Teknik pengambilan data menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur The Self-Rating Scale of Self-Directed Learning (SRSSDL) oleh Williamson (2007). Hasil penelittian yang diperoleh menunjukkan bahwa self-directed learning sebagian mahasiswa berorganisasi di Kota Makassar berada pada kategori sedang dengan presentase 35.2%. Mahasiswa dengan tingkat self-directed learning sedang mampu merencanakan dan mengatur sebagian besar aktivitas belajar mereka, namun masih membutuhkan dukungan atau arahan dari dosen dalam situasi yang lebih kompleks.
Copyrights © 2025