Dalam lingkungan kerja yang semakin kompleks, penting bagi perusahaan untuk meningkatkan Resiliensi karyawan dan memberikan Otonomi kerja guna mendukung Perilaku kewargaan organisasi (OCB). Meskipun banyak penelitian telah membahas faktor-faktor yang mempengaruhi OCB, masih sedikit yang secara khusus mengkaji pengaruh kedua variabel ini dalam konteks perusahaan seperti Perusahaan X. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kekurangan tersebut dengan menganalisis bagaimana Resiliensi karyawan dan Otonomi kerja mempengaruhi OCB karyawan di perusahaan tersebut. Data dikumpulkan melalui skala OCB, Resiliensi karyawan, dan Otonomi kerja, lalu dianalisis menggunakan uji deskriptif, uji regresi linier berganda, serta uji sumbangan relatif dan efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Resiliensi karyawan dan Otonomi kerja secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 33,1% terhadap OCB (R Square = 0,331), dengan Resiliensi karyawan memberikan sumbangan relatif terbesar sebesar 79% dan sumbangan efektif sebesar 26,2%. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya bagi perusahaan untuk meningkatkan ketahanan karyawan dan memberikan otonomi kerja yang lebih besar agar dapat memperkuat perilaku pro-sosial dalam organisasi. Penelitian ini juga memberikan wawasan mengenai perlunya mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi OCB dalam pengembangan strategi manajemen yang lebih efektif di masa depan.
Copyrights © 2025