Penerapan sistem transportasi berkelanjutan menjadi sebuah urgensi dan priortias dalam rangka mengurangi gas buang CO2. Sebagai bentuk implementasi dari transportasi berkelanjutan, dapat dilakukan dengan cara menerapkan sistem berbagi sepeda listrik di kawasan kampus. Untuk mengetahui preferensi mahasiswa dalam menggunakan sistem ini, diperlukan studi yang dapat memodelkan tingkat keberhasilan dari penerapan sistem berbagi sepeda listrik dengan mempertimbangkan beberapa atribut yang dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk mengindetifikasi antusiasme dan nominal yang bersedia dibayarkan mahasiswa terhadap penerapan sistem berbagi sepeda listrik di kawasan kampus. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini adalah biaya, durasi perjalanan, kecepatan maksimal, dan tempat penyimpanan sepeda. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner yang dibuat menggunakan metode stated preference. Data dianalisis dengan menggunakan model multinomial logit (MNL). Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa antusias dengan adanya penerapan sistem berbagi sepeda listrik. Nominal yang bersedia dibayarkan oleh mahasiswa adalah sebesar Rp 25.083 per jam.
Copyrights © 2024