Latar Belakang: Capaian surveilans sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan secara lebih cepat. Namun saat ini belum optimal, sehingga perlu mendapat perhatian lebih. Di Kabupaten Kuningan, 53,3% capaian surveilans baik dan 41,7% kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor determinan capaian surveilans dan meningkatkan capaian SKDR.Metode: Mixed method dengan desain cross-sectional dan pendekatan tematik kontekstual. Populasi terdiri dari petugas surveilans di 30 puskesmas. Sampel kuantitatif seluruh petugas surveilans dan kualitatif 5 puskesmas yaitu Ciawigebang, Cihaur, Cilimus, Darma dan Garawangi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact, serta kualitatif berfokus pada batasan tema terkait aspek input (5M) dan output (capaian surveilans).Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 73% petugas kesehatan berusia 19-44 tahun dan 76,7% berlatar belakang pendidikan non-sarjana kesehatan masyarakat. Analisis 5M mengidentifikasi kendala dalam pengolahan data, seperti kurangnya pelatihan, keterlambatan input data, keterbatasan anggaran, infrastruktur teknis, dan transparansi informasi.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan latar belakang pendidikan dengan capaian surveilans. Maka diperlukan perbaikan strategis melalui pelatihan teknis, pengolahan data yang efektif, dan peningkatan transparansi informasi.
Copyrights © 2025