Penelitian ini menyelidiki hubungan antara kesejahteraan finansial dan stres kerja pada karyawan di Surabaya. Kesejahteraan finansial mencerminkan kemampuan individu untuk mengelola sumber daya keuangan secara efektif, sementara stres kerja muncul dari tuntutan kerja yang berlebihan. Dengan menggunakan metode korelasional deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan dari 107 responden melalui survei dan dianalisis melalui uji statistik, termasuk uji validitas reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji korelasi pearson, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan namun lemah (korelasi pearson = 0.293, p = 0.002), yang mengindikasikan bahwa karyawan dengan kondisi keuangan yang stabil lebih siap untuk menangani stres di tempat kerja. Sebaliknya, ketidakstabilan keuangan memperburuk stres, berdampak negatif pada kesehatan mental dan produktivitas di tempat kerja. Penelitian ini mengkonfirmasi validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan, memastikan pengukuran variabel yang akurat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya menangani kesejahteraan finansial dalam manajemen tempat kerja, merekomendasikan organisasi untuk menerapkan pelatihan literasi keuangan dan memberikan tunjangan untuk meringankan tekanan finansial. Intervensi semacam itu dapat meningkatkan ketahanan karyawan, mengurangi stres, dan menumbuhkan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Copyrights © 2025