Latar Belakang: Penderita epilepsi sering mengalami hambatan dalam perawatan diri akibat kejang, efek samping obat, dan gangguan jiwa. Oleh karena itu, diperlukan latihan perawatan diri untuk meningkatkan kemandirian. Studi ini bertujuan menganalisis efektivitas latihan tersebut terhadap kemandirian pasien epilepsi di RS Radjiman Wediodiningrat.Metode: Desain penelitian menggunakan pre experimental dengan rancangan one group pre post testt design. Sampel sejumlah 38 dengan teknik simple random sampling technique. Instrument menggunakan lembar observasi kemandirian pada aspek kebersihan diri, toileting, berhias dan makan. Latihan perawatan diri dilakukan sebanyak 4 sesi latihan.Hasil: Sebelum intervensi, kemandirian pasien epilepsi terbagi rata antara kurang dan cukup mandiri (masing-masing 50%). Setelah intervensi, 78,9% menjadi cukup mandiri. Uji statistik menunjukkan intervensi berpengaruh signifikan (p-value 0,000), dengan rata-rata peningkatan skor kemandirian sebesar 13,05 poin.Kesimpulan: Latihan perawatan diri merupakan intervensi keperawatan yang efektif untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam kebersihan diri, toileting, berhias, dan makan. Intervensi ini diharapkan menjadi standar pelayanan dan kegiatan rutin terjadwal bagi seluruh tenaga kesehatan dalam merawat pasien epilepsi.
Copyrights © 2025