Pendahuluan: Pekerjaan dengan posisi statis lama, seperti pengemudi atau buruh, berisiko menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSDs) akibat postur tidak ergonomis, durasi kerja panjang, dan gerakan monoton. Pekerja toko bangunan sering mengalami potur kaku dan keteganggan otot, memicu nyeri leher. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam penanganan mandiri nyeri leher bagi para pekerja di Toko Bangunan Murah Samarinda, Kalimantan Timur. Metode: Penyuluhan ini diselenggarakan dengan metode promosi kesehatan mengenai nyeri leher melalui presentasi dan penggunaan media poster guna mempermudah proses edukasi. Setelah penyuluhan, dilakukan sesi wawancara untuk mengidentifikasi keluhan yang dialami pekerja serta memberikan edukasi mengenai latihan dan peregangan yang dapat mereka lakukan secara mandiri. Kesimpulan: Proses penyuluhan berlangsung dengan lancar, di mana para pekerja mampu mengikuti dan memahami latihan yang diberikan. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka dalam mencegah terjadinya nyeri leher.
Copyrights © 2025