Drama liturgi merupakan seni yang menggabungkan elemen teater dengan aspek liturgi gereja, memiliki potensi untuk memperkaya pengalaman ibadah. Seni ini membantu jemaat memahami cerita Alkitab dan pesan iman secara mendalam. Namun, penerapannya masih terbatas di berbagai gereja karena keterbatasan sumber daya seperti waktu, biaya, dan tenaga, kurangnya keterampilan teater di kalangan jemaat dan pemimpin gereja, serta resistensi terhadap inovasi dalam ibadah. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pelatihan drama liturgi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini bertujuan memperkuat ketrampilan dan pelayanan komunitas AMMI di Klasis Kupang Barat pada bidang seni drama, sehingga drama liturgi dapat menjadi bagian integral ibadah, meningkatkan daya tarik dan kedalaman emosionalnya, serta membangun bakat seni di kalangan jemaat. Metode yang digunakan mencakup pembelajaran langsung, diskusi, dan demonstrasi. Hasilnya, pelatihan ini mendapatkan respons positif dari jemaat yang antusias menampilkan karya drama liturgi dalam ibadah bersama. Diharapkan setiap gereja di Klasis Kupang Barat dapat membentuk tim drama sendiri. Dengan penerapan yang tepat, drama liturgi, baik sebagai ilustrasi pelayanan Firman maupun pada perayaan hari raya gerejawi, dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat iman, membangun komunitas, serta meningkatkan kreativitas seni di kalangan komunitas AMMI.
Copyrights © 2025