Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi sebesar 32% secara nasional, 42% di Provinsi Jawa Timur, 20,28% di Kabupaten Malang, dan mencapai 47,12% di Kecamatan Wajak pada tahun 2023. Salah satu upaya untuk menekan prevalensi anemia adalah melalui edukasi gizi menggunakan media permainan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas edukasi gizi berbasis permainan terhadap peningkatan pengetahuan gizi, konsumsi protein, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment dengan desain one group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari 40 siswi kelas 7 di SMPN 01 Wajak yang memiliki kadar Hb sedang (10,9–11,9 gr/dl). Intervensi berupa permainan dadu edukatif dilakukan setiap minggu selama tiga minggu. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi dari rerata 42,8 (kategori kurang) menjadi 75,8 (kategori baik), konsumsi protein dari 44,3 gr/hari menjadi 50,5 gr/hari, dan kepatuhan minum TTD meningkat sebesar 80%. Kadar Hb juga mengalami peningkatan dari 10,8 gr/dl menjadi 13,06 gr/dl. Kesimpulannya, edukasi gizi berbasis permainan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi, konsumsi protein, kepatuhan konsumsi TTD, dan kadar Hb pada remaja putri. Disarankan agar metode ini diterapkan secara berkelanjutan dengan melibatkan UKS, guru, dan puskesmas untuk cakupan yang lebih luas
Copyrights © 2025