Ketidakseimbangan beban pada gardu distribusi menjadi salah satu penyebab utama munculnya arus netral serta meningkatnya rugi-rugi energi listrik. Dalam sistem distribusi tenaga listrik, pembebanan yang tidak merata pada ketiga fasa (R, S, dan T) dapat menyebabkan peningkatan arus netral, yang berdampak pada turunnya efisiensi distribusi serta meningkatnya kehilangan energi. Penelitian ini dilaksanakan di PLN ULP Tanjung Redeb UP3 Berau dengan objek trafo distribusi pada kawasan perhotelan, di mana konsumsi energi listrik sangat dipengaruhi oleh tingkat hunian hotel. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan menerapkan metode regresi linier berganda tiga variabel untuk mengevaluasi hubungan antara ketidakseimbangan beban, arus netral, dan rugi-rugi energi. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin besar selisih arus antar fasa, maka semakin besar pula kehilangan energi yang terjadi. Berdasarkan model regresi yang dikembangkan, peningkatan arus fasa R sebesar 5 ampere selama satu jam justru dapat mengurangi energi hilang sebesar 1,69 Watthour. Sebaliknya, kenaikan arus fasa S dan T masing-masing sebesar 5 ampere selama satu jam justru meningkatkan rugi energi sebesar 0,65 Watthour dan 0,54 Watthour.
Copyrights © 2025