Kemiskinan merupakan masalah yang kompleks secara sosial dan ekonomi, terutama di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki tingkat kemiskinan yang bervariasi antar Kabupaten/Kota. Untuk membantu pemerintah membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran, analisis clustering dapat digunakan untuk mengelompokkan daerah berdasarkan karakteristik kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan lima variabel utama, yaitu jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, dan tingkat pengangguran terbuka. Sistem yang dikembangkan berbasis web untuk mempermudah akses dan visualisasi hasil clustering. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah tahun 2024. Hasil dari penelitian dengan mengelompokkan Kabupaten/Kota ke dalam 4 cluster, yaitu didapatkan anggota dari cluster 1 terdiri dari 9 Kabupaten/Kota dengan kategori kemiskinan sangat rendah, cluster 2 terdiri dari 6 Kabupaten/Kota dengan kategori kemiskinan rendah, cluster 3 terdiri dari 12 Kabupaten/Kota dengan kategori kemiskinan menengah, dan cluster 4 terdiri dari 8 Kabupaten/Kota dengan kategori kemiskinan tinggi.
Copyrights © 2025