Peningkatan penggunaan website di Indonesia berpotensi menimbulkan ancaman siber yang mencakup aktivitas ransomware, defacement website, dan malware. Kurangnya sentralisasi dalam sistem keamanan siber dapat memperlambat deteksi ancaman, menyebabkan respons tidak terkoordinasi, serta meningkatkan risiko celah keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengintegrasikan Wazuh, ModSecurity, dan Virus Total untuk mendeteksi ancaman siber berdasarkan kerentanan OWASP Top 10 tahun 2021 yang terdapat pada local website. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan NIST Framework yang disertai dengan pengumpulan data dan evaluasi. Eksperimen dilaksanakan dalam local environment, di mana penulis mengintegrasikan Wazuh dengan ModSecurity dan Virus Total. Setelah itu, dilakukan website penetration testing terhadap local website. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi ketiga alat tersebut mampu mendeteksi 10 dari 17 jenis serangan terhadap local website, yaitu: File Inclusion Attack, SQL Injection, Blind SQL Injection, Command Injection, Reflected XSS, Stored XSS, DOM-Based XSS, Open HTTP Redirect, File Upload, dan Brute Force. Dengan demikian, sistem integrasi ini dapat memberikan perlindungan tambahan bagi website dari serangan siber.
Copyrights © 2025