Teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi layanan transportasi udara, termasuk dalam sistem keimigrasian di Indonesia. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah autogate, yang menggunakan teknologi biometrik untuk mempercepat proses pemeriksaan imigrasi. Meskipun memberikan banyak manfaat, implementasi autogate masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kendala teknis, kesiapan infrastruktur, dan persepsi pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan autogate dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dan Diffusion of Innovation (DOI).Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, mengkaji 450 artikel dari berbagai sumber akademik untuk mengidentifikasi metode yang telah digunakan dalam menganalisis sistem aplikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa TAM dan DOI merupakan dua metode yang paling umum digunakan. TAM berfokus pada persepsi kemudahan dan manfaat teknologi, sedangkan DOI menganalisis proses difusi inovasi dalam sistem sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi metode TAM dan DOI dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait penerimaan teknologi autogate. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi autogate, diperlukan perbaikan infrastruktur, pemeliharaan sistem yang lebih baik, serta sosialisasi kepada pengguna. Evaluasi berkelanjutan dengan pendekatan TAM dan DOI dapat membantu mengoptimalkan penggunaan teknologi ini dalam layanan keimigrasian
Copyrights © 2025