Aborsi merupakan salah satu isu etis paling kompleks yang terus menjadi perdebatan dalam diskursus publik dan keagamaan, termasuk dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan bagaimana prinsip-prinsip deontologi dan teleologi dalam etika Kristen membentuk pandangan terhadap praktik aborsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka normatif-deskriptif dengan analisis etika komparatif melalui kajian literatur teologi dan dokumen gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan deontologis menekankan nilai intrinsik kehidupan sejak konsepsi berdasarkan perintah ilahi yang mutlak, sementara teleologi mempertimbangkan konsekuensi aborsi bagi individu maupun masyarakat guna mencapai kebaikan terbesar atau mengurangi penderitaan. Kedua pendekatan ini saling melengkapi, meski sering menciptakan ketegangan dalam menentukan sikap. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya diskursus etika Kristen di Indonesia serta menawarkan kerangka analitis bagi pelayanan pastoral dan pendidikan teologi.
Copyrights © 2025