Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan berpikir geometri siswa SD dalam menyelesaikan masalah matematika melalui media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) berdasarkan teori Van Hiele. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplorasi terhadap 32 siswa kelas VI MIT Daarunnaim Wayame. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir geometri siswa terkonsentrasi pada level visualisasi (28,13%), analisis (28,13%), dan deduksi informal (31,25%), dengan sedikit siswa mencapai level deduksi formal (9,38%) dan rigor (3,13%). Implementasi media pembelajaran berbasis AR efektif meningkatkan kemampuan berpikir geometri siswa pada level 0 hingga level 3 (p < 0,05), dengan peningkatan terbesar pada level deduksi informal. Terdapat korelasi positif signifikan antara kualitas interaksi dengan media AR dan peningkatan kemampuan berpikir geometri, dengan tingkat keterlibatan interaktif sebagai faktor terkuat (r = 0,826). Analisis klaster mengidentifikasi tiga kelompok siswa berdasarkan respons terhadap pembelajaran berbasis AR yang berkorelasi dengan tingkat peningkatan kemampuan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis AR berpotensi signifikan mengembangkan kemampuan berpikir geometri siswa SD sesuai teori Van Hiele, namun implementasinya perlu mempertimbangkan aspek pedagogis, teknologis, dan karakteristik individual siswa.
Copyrights © 2025