Tradisi Manganjab dalam masyarakat Batak Toba merupakan ritual yang memadukan nilai-nilai budaya dan spiritualitas, di mana masyarakat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kesuburan tanah dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Manganjab dari perspektif ekoteologi evangelikal Kristen, dengan menekankan hubungan harmonis antara Allah, manusia, dan alam. Metode yang digunakan adalah studi literatur, mencakup analisis simbolisme dan praktik dalam tradisi Manganjab serta pandangan ekoteologi Kristen mengenai tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal, seperti pelestarian lingkungan dan gotong royong, terintegrasi dalam praktik Manganjab, mencerminkan komitmen masyarakat Batak Toba terhadap kelestarian alam. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya inkulturasi antara ajaran Kristen dan tradisi lokal untuk menciptakan pemahaman yang lebih dalam mengenai tanggung jawab ekologis dalam konteks iman. Dengan demikian, tradisi Manganjab tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga sebagai praktik spiritual yang selaras dengan ajaran Alkitab tentang pelestarian lingkungan.
Copyrights © 2024