Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur yang memanfaatkan konsep, teori dan penjelasan dari sumber sumber primer berupa buku, paper jurnal dan sumber akademik lainnya. Analisis disajikan secara deskriptif untuk mendalami prinsip “Good-Relationship” sebuah pola hubungan yang tercipta didalam kepemimpinan pastoral. Pendalaman prinsip di fokuskan pada usaha yang perlu dikembangkan oleh seorang pemimpin dalam memengaruhi dan berfungsi maksimal terhadap para pengikutnya untuk bergerak bersama-sama mewujudkan tujuan Tuhan bagi GerejaNya dan organisasi Kristiani. Diperoleh kesimpulan bahwa kepemimpinan transformatif adalah kepemimpinan yang mengembangkan aspek Good-Relationship melalui empat komponen utama yakni: pemimpin yang menyingkirkan psikologi ketakutan, pemimpin yang berkomunikasi efektif, pemimpin yang bersifat terbuka atau transparan, serta pemimpin yang bersifat empati dan mendengarkan dalam tugas pastoral. Seluruh komponen tersebut ternyata memberikan dukungan kuat bagi terbentuknya pola Good-Relationship didalam organisasi manapun termasuk Gereja. Bahkan melaluinya dapat diperoleh komitmen afektif di kalangan pengikut. Juga ditemukan bahwa keempat komponen ini merupakan bagian penting didalam praktik kepemimpinan Pastoral dan Organisasi di Sinode Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) Papua Barat.
Copyrights © 2025