Bahasa memiliki peranan krusial dalam kehidupan manusia. Proses pembelajaran bahasa dapat berlangsung dalam lingkungan formal maupun informal. Dalam proses tersebut, interaksi antara penutur dan lawan tutur tidak dapat dihindari, yang dalam kajian pragmatik dikenal sebagai tindak tutur. Tindak tutur sendiri merupakan tindakan komunikasi yang dilakukan melalui ujaran, baik secara lisan maupun tulisan, dengan tujuan menciptakan pemahaman bersama. Analisis pragmatik berfokus pada makna implisit yang terkandung dalam suatu tindak tutur. Dalam konteks pembelajaran bahasa Jerman, peran guru sangat signifikan dalam menciptakan suasana belajar yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis daya pragmatik tindak tutur ilokusi dalam proses pembelajaran bahasa Jerman. Data penelitian dikumpulkan dari ujaran yang diucapkan oleh guru saat mengajar di kelas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis pragmatik. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori Searle, yang mengklasifikasikan tindak tutur ke dalam lima fungsi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif, asertif, dan komisif lebih sering digunakan dibandingkan dengan tindak tutur deklaratif dan representatif.
Copyrights © 2025