Pemilu 2024 menandai titik kritis bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), salah satu partai Islam tertua di Indonesia, yang mengalami penurunan signifikan dalam perolehan suara. Artikel ini bertujuan untuk mengurai faktor-faktor kegagalan PPP dalam Pemilu 2024 dengan menggunakan pendekatan literature review, serta memetakan dinamika politik Islam kontemporer di Indonesia dalam kerangka teori pasca-Islamisme. Temuan utama menunjukkan bahwa kegagalan PPP disebabkan oleh kombinasi dari dinamika internal partai, fragmentasi di antara partai-partai Islam, dan pergeseran preferensi pemilih yang semakin rasional dan pragmatis, terutama di kalangan pemilih muda. Selain itu, tantangan eksternal berupa dominasi partai nasionalis dan keterbatasan strategi koalisi memperburuk posisi PPP. Dalam konteks ini, Bayat, A. (2005) yang berjudul Post-Islamism, dimana pasca-Islamisme menawarkan lensa kritis untuk memahami transformasi partai-partai Islam dari ideologi eksklusif menuju pendekatan yang lebih plural dan demokratis. Studi ini menyimpulkan bahwa masa depan partai-partai Islam sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan sosial-politik dan tuntutan demokratisasi.
Copyrights © 2025