Pada abad ke-21, pembelajaran berfokus pada pemaksimalan potensi dan kebutuhan individual peserta didik dalam menghadapi tantangan global saat ini. Untuk itu, diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan, salah satunya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Peserta didik memiliki kecepatan belajar dan gaya belajar yang berbeda- beda, sehingga metode pengajaran yang sama tidak dapat efektif bagi semua peserta didik. Dengan pembelajaran berdiferensiasi maka memungkinkan guru untuk menyesuaikan materi, pendekatan pengajaran, dan penilaian sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik, sehingga dapat meningkatkan motivasi mereka dalam belajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas VI di SDN 1 Paslakan melalui pendekatan pembelajaran diferensiasi gaya belajar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi motivasi belajar dan angket.. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dari lembar observasi dan menghitung persentase hasil skala motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan partisipasi aktif peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran seperti bertanya, menjawab, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas secara tepat waktu. Pada pra-siklus, motivasi siswa rendah dengan partisipasi minim. Setelah penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada siklus 1, terjadi peningkatan motivasi belajar meski belum signifikan. Pada siklus 2, diferensiasi proses dan konten dilakukan, hasilnya menunjukkan semua siswa aktif dan fokus dalam pembelajaran, dengan sebagian besar memiliki motivasi belajar yang baik.
Copyrights © 2024