Implementasi kebijakan pupuk bersubsidi di Kabupaten Nganjuk secara umum telah berjalan baik dalam aspek distribusi fisik dan penyaluran kepada petani sasaran. Namun, studi ini menemukan bahwa tantangan utama timbul dari sisi teknis, khususnya dalam pemanfaatan sistem digital e-RDKK yang digunakan untuk pendataan dan pengajuan alokasi pupuk. Banyak petani belum memiliki kemampuan atau akses untuk mengoperasikan sistem ini secara mandiri, sehingga sangat bergantung pada petugas dinas pertanian. Ketika sistem mengalami gangguan teknis, seperti error pada website, proses input data dan penyaluran pupuk menjadi terhambat. Menurut teori implementasi kebijakan dari Mazmanian dan Sabatier, keberhasilan implementasi ditentukan oleh (1) Tractability Of The Problem And Clarity Of Abjective, (2) Ability Of Policy Descision To Structure Implementation, (3) Non – Statuory Variables affecting Implementation.
Copyrights © 2025