Kekurangan tenaga pengajar menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran di Sanggar Teras Militan, Desa Pematang Rahim. Kondisi ini berdampak pada proses pembelajaran anak-anak di desa tersebut, yang berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan sosial mereka. Artikel ini membahas strategi-strategi yang diterapkan untuk mengatasi dampak kekurangan tenaga pengajar di sanggar tersebut, termasuk pelibatan masyarakat, optimalisasi sumber daya lokal, dan penggunaan metode pembelajaran alternatif. Pengabdian ini menggunakan metode partisipatif yang melibatkan guru, masyarakat, dan anak-anak dalam proses perencanaan dan pelaksanaan strategi. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi-strategi yang diterapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran meski terdapat keterbatasan tenaga pengajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya peran komunitas dalam mendukung proses pembelajaran ketika sumber daya pendidikan terbatas
Copyrights © 2024