Indonesia memiliki lebih dari 1.700 warisan budaya yang perlu dilestarikan, namun survei menunjukkan hanya sekitar 50% generasi muda merasa bangga dengan budayanya. Fenomena ini menjadi tanda perlunya pendekatan inovatif dalam pelestarian budaya, salah satunya melalui museum metaverse seperti MUMAIN. Museum ini menawarkan pengalaman virtual yang imersif dan memungkinkan akses lintas batas geografis tanpa hambatan fisik. Penelitian ini menggunakan metode usability testing dengan pendekatan evaluasi heuristik, observasi, dan wawancara mendalam untuk menganalisis efektivitas desain UI/UX MUMAIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUMAIN berhasil menyediakan antarmuka yang intuitif dan menarik, sehingga mendekati pengalaman museum fisik. Selain itu, platform ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan pengguna, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Namun, kendala berupa keterbatasan teknologi ditemukan pada perangkat dengan spesifikasi rendah, yang menghambat jangkauan pengguna secara maksimal. Kesimpulannya, museum metaverse seperti MUMAIN memiliki potensi besar untuk melestarikan budaya Indonesia secara digital, meskipun diperlukan pengembangan lebih lanjut pada aksesibilitas, fleksibilitas navigasi, dan kualitas pengalaman pengguna.
Copyrights © 2025