Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh campuran pasir silika dengan pengikat waterglass terhadap cacat blow-hole dalam proses pengecoran logam di PT. Kartika Alas Utama. Metode yang digunakan meliputi pengujian visual, analisis komposisi kimia, dan perhitungan penyusutan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan campuran pasir silika dan waterglass dengan pengendalian kelembapan serta ventilasi cetakan yang baik mampu mengurangi cacat blow-hole secara signifikan. Komposisi kimia logam hasil cor menunjukkan dominasi unsur Fe (98,17%), C (0,41%), dan Si (0,61%), yang memengaruhi sifat mekanis logam. Tingkat penyusutan rata-rata sebesar 1,74% mencerminkan stabilitas dimensi produk cor yang baik. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa optimalisasi parameter seperti kadar waterglass, kontrol ventilasi, dan kelembapan pasir dapat meningkatkan kualitas hasil cor dan meminimalkan cacat blow-hole.
Copyrights © 2025