Penerimaan negara memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, salah satunya berasal dari sektor bea dan cukai. Ketidakkonsistenan antara target dan realisasi penerimaan pada KPPBC TMP C Kupang periode 2020–2024 menunjukkan perlunya analisis terhadap kontribusi sektor bea dan cukai terhadap penerimaan negara serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode Sequential Explanatory, menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif agar data kualitatif dapat memperkuat hasil kuantitatif. Data yang dianalisis mencakup data primer dan sekunder tahun 2020–2024, meliputi penerimaan bea masuk, cukai, dan total penerimaan negara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kontribusi dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penerimaan bea tergolong sangat baik, dengan rata-rata 81,28%, dipengaruhi oleh volume impor gula mentah dan beras yang bergantung pada kebijakan kuota impor. Sebaliknya, kontribusi penerimaan cukai tergolong rendah, dengan rata-rata 18,72%, disebabkan rendahnya konsumsi barang kena cukai serta terbatasnya produksi dan jumlah industri penghasilnya
Copyrights © 2025