Kabupaten jember, dengan populasi penduduk yang besar, menghadapi tantangan serius dalam sektor ketenagakerjaan, terutama dalam bidang pertanian. Salah satu masalah utama yaitu menurunya minat masyarakat untuk bekerja menjadi buruh tani. Kontribusi ini terlihat baik secara langsung, seperti dalam sosial ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pertisipasi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengerahui mengkaji usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, jumlah keluarga, tingkat upah dan HKO (hari kerja orang) terhadap keputusan individu dalam memilih untuk berkerja menjadi buruh tani atau tidak. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden berasal dari buruh tani. Analisis yang diterapkan dalam penelitian ini dalah metode regresi logistik biner. Temuan yang diperoleh mengungkapkan bahwa upah memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap keputusan individu untuk berminat. Sementara itu jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, jumlah keluarga, tingkat upah dan HKO (hari kerja orang) berpengaruh singnifikan dan positif untuk minat dan tidak berminat. Usia tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketertarikan untuk berkarier di sektor pertanian. Oleh karena itu, PT Mitratani Dua Tujuh disarankan untuk memperhatikan faktor usia dengan memberikan insentif atau fasilitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan fisik dan pengalaman tenaga kerja. Langkah ini tidak hanya mendorong partisipasi tenaga kerja, tetapi juga dapat menarik buruh tani yang lebih muda untuk bergabung dengan perusahaan. Tenaga kerja muda yang menunjukkan dedikasi tinggi akan diprioritaskan untuk direkrut sebagai karyawan tetap di lapangan.
Copyrights © 2025