Analisis ontologis pembelajaran bahasa Arab melalui aplikasi Duolingo menunjukkan bahwa platform ini merepresentasikan bahasa dalam bentuk yang terstruktur secara digital dan terfragmentasi. Keberadaan bahasa Arab dalam aplikasi ini dibentuk oleh logika teknis, bukan sebagai refleksi dari praktik sosial yang tumbuh dalam interaksi manusia. Materi disajikan dalam unit-unit kecil yang disusun secara sistematis, sementara mekanisme pembelajaran didorong oleh orientasi kuantitatif melalui sistem poin, peringkat, dan tantangan harian. Interaksi yang dibangun terbatas, dikendalikan oleh algoritma, dan cenderung mencerminkan model komunikasi satu arah yang kurang merepresentasikan dimensi sosial dalam pembelajaran bahasa. Dalam kerangka ontologi pembelajaran yang memandang bahasa sebagai entitas hidup yang tumbuh dalam konteks sosial budaya, Duolingo cenderung tidak mampu merepresentasikan hakikat bahasa Arab secara menyeluruh. Fonologi hanya dikenalkan secara dasar tanpa pelatihan artikulasi aktif, sementara pembelajaran kosakata dan tata bahasa berlangsung dalam pola repetitif dengan konteks makna minimal dan kedalaman sintaksis. Dimensi pragmatik dan nilai-nilai budaya yang melekat dalam penggunaan bahasa tidak terakomodasi secara memadai. Meskipun aplikasi ini memudahkan pembelajar pemula untuk mengenal unsur-unsur dasar bahasa Arab secara fleksibel, tetap diperlukan pendekatan yang melibatkan interaksi nyata dan pengalaman kultural otentik guna membentuk kompetensi berbahasa secara utuh dan bermakna.
Copyrights © 2025