Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak gaya kepemimpinan dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Perbatasan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari 4 karyawan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otokratis yang diterapkan berdampak negatif terhadap kinerja karyawan, ditandai dengan ketergantungan berlebih pada pemimpin, terbatasnya inisiatif, dan menurunnya motivasi kerja. Pola komunikasi satu arah dan terbatas menyebabkan miskomunikasi, keterlambatan informasi, dan rendahnya kolaborasi efektif antar karyawan. Penelitian juga mengidentifikasi faktor-faktor pengoptimalan kinerja yang meliputi transformasi gaya kepemimpinan menjadi lebih partisipatif, peningkatan komunikasi dua arah, penciptaan lingkungan kerja yang mendukung, pemberian apresiasi kepada karyawan, dan penempatan karyawan sesuai minat dan kemampuan. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi upaya peningkatan efektivitas kepemimpinan dan komunikasi dalam organisasi pelayanan publik, khususnya di daerah perbatasan.
Copyrights © 2025