Penelitian ini membahas implikasi kekerasan verbal dalam rumah tangga terhadap keharmonisan hubungan suami istri, dengan fokus pada persepsi mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang telah menikah. Kekerasan verbal meski tidak bersifat fisik tetapi dapat menyebabkan luka emosional mendalam yang berdampak pada komunikasi, rasa saling menghargai, hingga munculnya konflik berkepanjangan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap beberapa mahasiswa di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal dapat menimbulkan pengabaian pasangan, trauma psikologis, bahkan berujung pada perceraian. Selain itu anak yang menyaksikan konflik tersebut juga terdampak secara psikis. seperti menjadi tertutup atau meniru perilaku agresif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kekerasan verbal merupakan ancaman serius bagi stabilitas rumah tangga dan perkembangan anak. Maka dari itu penting adanya kesadaran serta upaya preventif untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Copyrights © 2025