Pasar modal Indonesia yang terus berkembang mendorong perusahaan untuk menjaga kualitas laporan keuangan dan hasil audit sebagai bentuk akuntabilitas publik. Salah satu aspek penting dalam laporan keuangan adalah opini audit going concern, yang mencerminkan keyakinan auditor terhadap keberlangsungan operasional perusahaan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Dalam konteks ini, beberapa faktor seperti rasio pasar (Earning Per Share/EPS), kualitas auditor, audit tenure, rasio likuiditas, dan rasio solvabilitas menjadi indikator yang diyakini dapat memengaruhi opini tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode regresi logistik. Sampel sebanyak 123 perusahaan diperoleh melalui teknik purposive sampling, menghasilkan total 369 observasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial hanya rasio likuiditas yang berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern. Sementara EPS, kualitas auditor, audit tenure, dan rasio solvabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun, secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh terhadap opini audit going concern. Model penelitian ini memiliki tingkat penjelasan sebesar 24,3% berdasarkan nilai Nagelkerke R Square.
Copyrights © 2025