Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna tindak tutur tidak langsung dalam film Sekawan Limo karya Bayu Skak menggunakan pendekatan pragmatik. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi tuturan yang secara struktur atau modusnya tidak sesuai dengan fungsi atau maksud penuturnya, akan tetapi memiliki fungsi komunikatif yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara tersirat. Penelitian ini menggunakan teori bentuk tindak tutur Apriastuti (2019), Wijana (1996), dan makna menurut Manggiasih (2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan makna tindak tutur tidak langsung dalam percakapan para tokoh dalam film. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif menggunakan metode konten analisis dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat dari dialog film. Sumber data pada penelitian ini adalah film. Data dalam penelitian ini yaitu penggalan dialog. Teknik analisis data dilakukan menggunakan metode konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 data peristiwa tutur yang memuat tindak tutur tidak langsung, 5 tuturan berbentuk kalimat berita atau kalimat deklaratif dan 11 berbentuk kalimat tanya atau kalimat interogatif yang berfungsi memerintah. Contohnya, kalimat “WIFI mati, saya tidak punya paket data” yang secara struktur merupakan pernyataan, namun bermakna memerintah agar memberikan tethering (deklaratif) dan kalimat “Mengapa bawa kapak?” secara struktur adalah pertanyaan, akan tetapi bermakna memerintah untuk tidak membawa kapak (interogatif). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik dalam konteks media film serta memperkaya pemahaman tentang komunikasi tersirat antar tokoh khususnya dalam memahami bentuk dan makna tindak tutur tidak langsung dalam konteks budaya Jawa
Copyrights © 2025