produksi, distribusi, dan konsumsi karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak digitalisasi sastra Indonesia, khususnya dalam konteks demokratisasi akses dan potensi dehumanisasi pembacaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menganalisis dampak digitalisasi terhadap sastra Indonesia. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap sumber-sumber terpercaya, termasuk laporan survei, jurnal ilmiah, dan buku, dengan seleksi data berdasarkan relevansi, kredibilitas, dan kemutakhiran. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik yang mendukung identifikasi pola dan tema, kemudian dikaitkan dengan teori-teori relevan seperti demokratisasi budaya (Bourdieu, 1984), dehumanisasi (Postman, 1985), literasi digital (Gilster, 1997), dan new media (Manovich, 2001). Validitas dan reliabilitas dijaga melalui triangulasi data dan refleksi kritis posisi teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan akses dan partisipasi pembaca, namun juga menimbulkan risiko pembacaan dangkal akibat distraksi media dan bias algoritma. Rekomendasi meliputi penguatan literasi digital, perlindungan hak cipta, dan menjaga keseimbangan antara format digital dan cetak agar nilai-nilai humanis sastra tetap terjaga di era digital.
Copyrights © 2025