PMBA adalah program pemerintah yang bertujuan menurunkan angka stunting. Berdasarkan data SSGI tahun 2022, NTB menempati urutan ke-4 prevalensi stunting tertinggi sebesar 35,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan dan praktik ibu balita gizi kurang usia 6-23 bulan sebelum dan sesudah diberikan kelas PMBA menggunakan media video berbahasa Sasak. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 orang. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (p=0.000) dan praktik (p=0.000) ibu balita setelah intervensi. Media video berbahasa lokal terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan praktik pemberian makan pada balita. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelas PMBA dengan pendekatan budaya lokal memberikan dampak positif.Kata Kunci: Bahasa Sasak, Pengetahuan, Pelatihan, Video
Copyrights © 2025