Tinjauan sistematis ini mengidentifikasi 14 faktor penting yang mempengaruhi kolaborasi dalam penerapan e-government melalui pendekatan collaborative governance (tata kelola kolaboratif). Keempat belas faktor tersebut dikategorikan ke dalam dimensi collaborative governance system context, principled engagement, shared motivation dan joint capacity. Hasil studi menunjukkan kapasistas organisasi muncul sebagai area fokus yang menonjol, sedangkan faktor berbagi pengetahuan dan komitmen masih kuran dieksplorasi. Hal ini menyoroti kesenjangan penelitian (research gap). Temuan tersebut menekankan pentingnya tata kelola kolaboratif dalam meningkatkan kolaborasi pemangku kepentingan, khususnya dalam konteks antar-lembaga. Hasil studi juga memiliki beberapa keterbatasan, yang salah satunya adalah cakupan literatur yang hanya mencakup satu dekade terakhir
Copyrights © 2025