Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan bagaimana metode bercakap-cakap dapat digunakan untuk menstimulasi kecerdasan spiritual anak usia 4–5 tahun di TK Ciarylene Ambon. Kecerdasan spiritual dalam konteks ini mencakup dimensi rasa syukur, empati, refleksi diri, dan kesadaran akan keberadaan Tuhan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercakap-cakap yang dilakukan secara reflektif dan kontekstual mampu memfasilitasi anak dalam mengungkapkan pengalaman batiniah mereka. Percakapan antara guru dan anak tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai medium pembelajaran nilai dan spiritualitas. Guru berperan sebagai fasilitator yang memantik refleksi anak melalui pertanyaan terbuka, empati, dan pendekatan naratif. Anak menunjukkan respons verbal dan emosional yang kuat terhadap percakapan yang mengandung makna spiritual. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pendekatan pembelajaran spiritual anak usia dini yang tidak dogmatis, melainkan berbasis dialog dan pengalaman langsung. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, orang tua, dan pengambil kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter spiritual anak sejak usia dini.
Copyrights © 2025