Budidaya jamur tiram di Indonesia terus berkembang, namun menimbulkan limbah baglog yang belum dikelola secara optimal,jika dibiarkan maka limbah akan mencemari lingkungan. Padahal limbah baglog jamur tiram mengandung unsur hara yang potensial dijadikan pupuk kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan limbah baglog jamur tiram menjadi pupuk kompos oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Limbah baglog merupakan limbah organik dari budidaya jamur tiram yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk kompos, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 60 responden dari 18 KWT. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam variabel independen yang diuji, dua variabel berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat, yaitu peran anggota (sig. 0,049) dan dukungan pemerintah (sig. 0,010). Sementara itu, variabel umur, pengalaman usahatani, pendidikan nonformal, dan peran penyuluh tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial. Uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,372 yang berarti bahwa 37,2% variasi minat dipengaruhi oleh variabel-variabel dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menjadi dasar perumusan model pemberdayaan wanita tani dalam pengelolaan limbah pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2025