Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat dan angka kejadian hipertensi pada jamaah haji cenderung tinggi. Kondisi ini dapat memberikan dampak negative bagi jamaah haji, antara lain menurunkan kondisi fisik dan rasa lelah yang kemudian dapat memicu rasa cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan intensitas sholat tahajud pada jamaah haji yang mengalami hipertensi di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-analitis dengan metode cross-sectional. Data dikumpulkan dari jamaah haji yang terdaftar di KBIH (Kantor Berita Islam dan Haji) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-42 untuk mengukur tingkat kecemasan dan instrumen intensitas shalat Tahajud untuk mengukur intensitas shalat tahajud. Analisis statistik yang digunakan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Sebagian besar responden (94,7%) mempunyai tingkat kecemasan normal, sedangkan 5,3% mengalami tingkat kecemasan ringan. Terkait intensitas salat Tahajud, sebagian besar responden (84,2%) memiliki intensitas rendah, sedangkan 15,8% memiliki intensitas tinggi. Namun analisis bivariat tidak menemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan intensitas shalat Tahajud jamaah haji di Yogyakarta. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan signifikan pada penelitian ini, hasil tersebut dapat memberikan informasi penting bagi promosi kesehatan dan penatalaksanaan komprehensif bagi jamaah haji yang mengalami hipertensi. Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Intensitas Shalat Tahajud, Jamaah Haji, Hipertensi
Copyrights © 2025