Yaltafit Abror Jeem
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan tingkat kecemasan dan intensitas shalat tahajud pada jamaah haji yang mengalami hipertensi di yogyakarta Eska Agustin Putri Susanti; Baiq Rohaslia Rahdiana; Yaltafit Abror Jeem
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 1 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i1.2911

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat dan angka kejadian hipertensi pada jamaah haji cenderung tinggi.  Kondisi ini dapat memberikan dampak negative bagi jamaah haji, antara lain menurunkan kondisi fisik dan rasa lelah yang kemudian dapat memicu rasa cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan intensitas sholat tahajud pada jamaah haji yang mengalami hipertensi di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-analitis dengan metode cross-sectional. Data dikumpulkan dari jamaah haji yang terdaftar di KBIH (Kantor Berita Islam dan Haji) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS-42 untuk mengukur tingkat kecemasan dan instrumen intensitas shalat Tahajud untuk mengukur intensitas shalat tahajud. Analisis statistik yang digunakan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Sebagian besar responden (94,7%) mempunyai tingkat kecemasan normal, sedangkan 5,3% mengalami tingkat kecemasan ringan. Terkait intensitas salat Tahajud, sebagian besar responden (84,2%) memiliki intensitas rendah, sedangkan 15,8% memiliki intensitas tinggi. Namun analisis bivariat tidak menemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan intensitas shalat Tahajud jamaah haji di Yogyakarta. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan signifikan pada penelitian ini, hasil tersebut dapat memberikan informasi penting bagi promosi kesehatan dan penatalaksanaan komprehensif bagi jamaah haji yang mengalami hipertensi. Kata Kunci:  Tingkat Kecemasan, Intensitas Shalat Tahajud, Jamaah Haji, Hipertensi
Evaluasi Implementasi Desa Siaga dalam UKBM dan KADARZI: Studi Kasus di Desa Talun, Klaten Yaltafit Abror Jeem; Russy Novita Andriani
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3047

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Siaga merupakan strategi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesadaran gizi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Desa Siaga di Desa Talun, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dengan fokus pada pelaksanaan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat dan Keluarga Sadar Gizi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap konsep Desa Siaga, UKBM, dan KADARZI masih terbatas, serta dukungan pelaksanaan program belum terintegrasi secara optimal. Meskipun terdapat potensi dari masyarakat dan dukungan perangkat desa, pelaksanaan program masih menghadapi kendala dalam koordinasi, sosialisasi, dan peran Puskesmas. Beberapa indikator program telah berjalan baik, seperti partisipasi kader dan kegiatan Posyandu, namun belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan Desa Siaga secara menyeluruh. Hambatan utama meliputi keterbatasan pendanaan, kurangnya tenaga pendamping, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap konsep program. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Talun memiliki potensi besar untuk menjadi Desa Siaga yang mandiri, namun diperlukan penguatan organisasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta dukungan kebijakan yang mengintegrasikan aspek kesehatan dengan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Rekomendasi meliputi peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi fungsi Poskesdes, pelatihan kader, dan evaluasi berkelanjutan oleh pemerintah daerah.