Perkembangan teknologi informasi yang pesat, khususnya media sosial telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter remaja muslim di era digital. Disatu sisi, media sosial memberikan peluang untuk mengakses informasi dan pengetahuan secara cepat, namun di sisi lain, juga memnculkan berbagai tantangan seperti krisis identitas, dekadensi moral, serta penyebaran paham-paham ekstrem dan intoleran. Dalam konteks ini, nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) yang mencakup prinsip Tawassuth (moderat), Tasamuh (toleran), Tawazun (seimbang), dan Iātidal (adil) menjadi sangat relevan sebagai dasar pembentukan karakter remaja muslim yang kokoh dan berahlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya internalisasi nilai-nilai Aswaja dalam menghadapi tantangan media sosial serta strategi efektif yang dapat diterapkan oleh keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nilai Aswaja tidak hanya membentuk karakter yang religius dan moderat, tetapi juga membekali remaja dengan filter moral yang kuat dalam menghadapi arus informasi di media sosial. Penanaman nilai nilai ini harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan akhlak, pembiasaan perilaku, dan keteladanan dari lingkungan sekitar serta penguatan literasi digital berbasis nilai Islam moderat.
Copyrights © 2025