Pertanian saat ini merupakan sektor yang memiliki peran sangat penting untuk Kabupaten Garut, karena sektor mempunyai kontribusi tertinggi pada PDRB Kabupaten Garut yang angka kontribusinya mencapai 31% setiap tahunnya. Namun hal tersebut tidak sejalan dengan kondisi perekonomian petani yang masih mempunyai pendapatan yang rendah. Salah satu pembangunan pertanian yang efektif adalah berbasis potensi dan komoditas unggulan yang dipunyai tentunya ditentukan untuk meningkatkan implikasinya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk menganalisis penentuan komoditas unggulan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat time series terkait data produksi komoditas hortikultura Kabupaten Garut selama 3 hingga 5 tahun terakhir yang bersumber dari data BPS Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data kualitatif, Location Quotient dan Dinamic Location Quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 komoditas sayuran di Kabuoaten Garut yang mempunyai keunggulan produksi dengan nilai LQ > 1 antara lain komoditas kentang, cabai besar, cabai rawit, kubis, sawi, tomat, wortel. Ada 6 komoditas buah-buahan yang berpotensi untuk dikembangkan karena besarnya angka produksi di Kabupaten Garut antara lain komoditas alpukat, jeruk siam, pisang, sirsak, buah naga dan lemon. Sedangkan untuk komoditas biofarmaka ada 3 komoditas yang unggul produksinya yaitu jahe, kunyit dan lempuyang. Analisis DLQ menunjukkan bahwa ada beberapa komoditas sayuran yang mempunyai prospek yang sangat kuat yaitu melinjo dan labu siam. Komoditas buah-buahan yang mempunyai prospek sangat kuat yaitu lemon, salak dan manggis. Komoditas biofarmaka yang prospektif untuk dikembangkan adalah laos, lempuyang, kunyit, jahe dan kapulaga.
Copyrights © 2025