Latar Belakang: Sindroma Terowongan Karpal (STK) merupakan neuropati jebakan yang paling sering dijumpai. Terdapat berbagai faktor risiko yang berpotensi meningkatkan terjadinya STK, contohnya diabetes melitus. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa STK banyak terkait dengan diabetes melitus namun hasilnya masih kontroversial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes melitus terhadap kejadian sindroma terowongan karpal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Metode: Studi potong lintang menggunakan data rekam medis pasien saraf Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan analisis univariat yang kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik Hasil: Data diperoleh dari 222 sampel (134 perempuan dan 88 laki-laki) dengan 95 pasien STK dan 127 pasien non STK. Riwayat diabetes melitus terdapat pada 17 (17,9%) pasien kelompok STK dan 31 (24,4%) pasien pada kelompok non STK. Didapatkan hasil bahwa diabetes melitus tidak memiliki hubungan terhadap kejadian STK (RO: 0,68, IK 95%=0,35 – 1,31, p=0,243), namun pekerjaan sebagai ibu rumah tangga merupakan faktor risiko independen dari STK (RO: 3,34, IK 95%=1,36 – 8,24, p=0,009). Kesimpulan: Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga meningkatkan kejadian STK sebesar 3,3 kali lipat dibanding pekerjaan lain. Diabetes melitus tidak menunjukkan hubungan yang signifkan terhadap kejadian STK di RS Bethesda Yogyakarta. Kata Kunci: sindroma terowongan karpal, STK, faktor risiko, diabetes melitus
Copyrights © 2015