Literasi sains didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan pengetahuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan, menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan data untuk memahami alam semesta dan membuat keputusan tentang bagaimana aktivitas manusia menyebabkan perubahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan literasi sains siswa di kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experiment dan jenis penelitian adalah ekperimental. Dalam penelitian ini, sampelnya adalah siswa kelas X, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampel acak. Peneliti menggunakan instrumen tes, angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi selama proses pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran konvensional terhadap Kemampuan Literasi Sains mendapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 46,11 dan nilai rata-rata posttest sebesar 68, sedangkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Literasi Sains mendapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 58,71 dan nilai rata-rata posttest sebesar 89,08. Hasil uji hipotesis kemampuan literasi sains menunjukkan nilai sig 2-tailed 0,00. Karena nilai sig kurang dari 0,05, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berdampak pada kemampuan literasi sains siswa kelas X.
Copyrights © 2024