Penelitian ini melihat membandingkan perspektif konstruktivisme dan Asabiyah. Pembahasan paper ini meliputi penjelasan tentang konsep kontruktivisme dan asabiyyah Ibnu Khaldun, akan dijelaskan pula dua konsep tersebut dalam studi kasus Uni Eropa, dari studi kasus tersebut akan terlihat bagaimana kedua perspektif tersebut mempunyai beberapa karakter yang sama tetapi ada juga yang berbeda. konstruktivisme dan asabiyyah dalam konteks integrasi Eropa sama-sama mempunyai faktor yang bersifat pemersatu, tetapi faktor tersebut berbeda jika pada konstruktivisme berupa kepentingan pada Ashabiyah faktornya adalah cultural project. Konstruktivisme dan asabiyyah sama-sama mengarah pada sebuah kepentingan bersama dalam mewujudkan sebuah tatanan sosial atau institusi politik, yang berbeda adalah jika pada konstruktivisme aktor berusaha membentuk identitas yang membentuk kepentingan dengan membuat sebuah institusi politik maka asabiyyah aktor membentuk sebuah solidaritas sosial dan persaudaraan untuk mewujudkan sebuah institusi politik yang mengakomodasi kepentingan. Jadi konstruktivis menekankan pada pembentukan identitas baru oleh aktor atas dasar kepentingan yang sama sedangkan dalam asabiyyah tidak ada penekanan pada identitas tetapi pada pembuatan cultural project yang bisa diterima oleh semua institusi politik.
Copyrights © 2020