Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam

Tinjauan Konstruktivisme dan Ashabiyah Ibnu Khaldun Terhadap Uni Eropa

Hartanto, Hartanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Feb 2021

Abstract

                                                    AbstractThis paper tries to review and compare the perspective of constructivism and Ashabiyah. The discussion of this paper includes an explanation of the concepts of constructivism and Ibn Khaldun's asabiyah, the two concepts will also be explained in the case study of the European Union, from the case study it will be seen how the two perspectives have some of the same characters but some are different. Constructivism and Asabiyah in the context of European integration both have unifying factors, but these factors are different if constructivism is an interest in Ashabiyah the factor is a cultural project. Constructivism and asabiyah both lead to a common interest in realizing a social order or political institution, what is different is if in constructivism the actor tries to form an identity that shapes interests by creating a political institution, while according to Asabiyah the actor forms a social solidarity and brotherhood to realize a political institution that accommodates interests. So constructivists emphasize the formation of new identities by actors on the basis of common interests, whereas in Asabiyah there is no emphasis on identity but on making cultural projects that can be accepted by all political institutions.Keywords: Constructivism, Ashabiyah, European Union                                                      AbstrakPaper ini mencoba mereview dan membandingkan perspektif konstruktivisme dan Asabiyah. Pembahasan paper ini meliputi penjelasan tentang konsep kontruktivisme dan asabiyyah Ibnu Khaldun, akan dijelaskan pula dua konsep tersebut dalam studi kasus Uni Eropa, dari studi kasus tersebut akan terlihat bagaimana kedua perspektif tersebut mempunyai beberapa karakter yang sama tetapi ada juga yang berbeda. konstruktivisme dan asabiyyah dalam konteks integrasi Eropa sama-sama mempunyai faktor yang bersifat pemersatu, tetapi faktor tersebut berbeda jika pada konstruktivisme berupa kepentingan pada Ashabiyah faktornya adalah cultural project. Konstruktivisme dan asabiyyah sama-sama mengarah pada sebuah kepentingan bersama dalam mewujudkan sebuah tatanan sosial atau institusi politik, yang berbeda adalah jika pada konstruktivisme aktor berusaha membentuk identitas yang membentuk kepentingan dengan membuat sebuah institusi politik maka asabiyyah aktor membentuk sebuah solidaritas sosial dan persaudaraan untuk mewujudkan sebuah institusi politik yang mengakomodasi kepentingan. Jadi konstruktivis menekankan pada pembentukan identitas baru oleh aktor atas dasar kepentingan yang sama sedangkan dalam asabiyyah tidak ada penekanan pada identitas tetapi pada pembuatan cultural project yang bisa diterima oleh semua institusi politik.Kata Kunci: Konstruktivism, Ashabiyah, Uni Eropa  

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

TAPIs

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI), Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jurnal Tapis membahas tentang tema-tema politik, pemerintahan dan isu-isu ...